Umdatu Qori Syarh Shohih Bukhori
Al Hadits
Profil penulis
442 karya publik ditemukan.
Al Hadits
Al Hadits
Al Hadits
Al Hadits
Manajemen peserta didik pada lembaga pendidikan sangat penting karena yang menjadi input, proses, dan output pendidikan adalah peserta didik. Manajemen peserta didik yang bermutu berkontribusi pada adanya output pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi manajemen peserta didik baik di sekolah atau madrasah agar mendukung pencapaian tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler mata pelajaran, tujuan institusional lembaga atau satuan pendidikan, dan tujuan pendidikan nasional.
Manajemen pendidikan berguna untuk merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan di sekolah. Oleh karena itu, manajemen pendidikan memiliki kedudukan sangat penting dalam operasional sekolah. Di samping itu, manajemen pendidikan juga menjadi salah satu penentu kemajuan dan berkembangnya sekolah. Buku Manajemen Pendidikan di Sekolah yang ada di tangan pembaca ini merupakan buku yang disusun untuk membantu mempermudah mahasiswa dalam memahami materi-materi matakuliah manajemen pendidikan. Buku ini dapat menjadi referensi tambahan bagi mahasiswa dan khazanah keilmuan di bidang manajemen pendidikan. Setiap materi dipaparkan dengan sangat jelas dan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa. Untuk itu, buku ini sangat tepat dijadikan referensi mahasiswa untuk matakuliah manajemen pendidikan. Di samping itu, buku ini dapat digunakan oleh dosen, guru, dan praktisi pendidikan di seluruh Indonesia Buku ini sudah disesuaikan dengan kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penulis menyajikan buku ini secara profesional dan lengkap sehingga benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, guru, maupun pembaca umum lainnya. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup #PrenadaMedia
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pendidikan, manajemen memiliki peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Perencanaan merupakan langkah awal dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus membuat rencana yang detail dan terstruktur mengenai tujuan pendidikan, sumber daya yang tersedia, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang akan dilakukan. Perencanaan yang matang dapat membantu pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan merupakan tahap lanjutan dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mampu mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Hal ini meliputi pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan sumber daya dengan efektif, serta memastikan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pihak-pihak terkait juga harus memastikan bahwa semua proses pembelajaran berlangsung secara teratur dan terkoordinasi dengan baik. Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mengevaluasi hasil pendidikan yang telah dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, tes, atau observasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan, serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk perbaikan ke depan. Manajemen pendidikan yang baik dapat memberikan banyak manfaat, antara lain adalah meningkatkan kualitas pendidikan, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan memastikan keterlibatan aktif semua pihak terkait. Oleh karena itu, manajemen pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan memiliki berbagai fungsi yang penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan efektif. Ada lima fungsi utama dalam manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan evaluasi. Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup proses penyusunan rencana, strategi, dan tujuan pendidikan yang harus dicapai. Perencanaan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, program, serta metode dan teknik pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan dan penempatan sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan pendidikan. Hal ini meliputi pengorganisasian proses pembelajaran, penentuan jadwal, penentuan kurikulum, dan penempatan tenaga pengajar. Pengendalian Fungsi pengendalian berkaitan dengan pengawasan terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Pengendalian juga meliputi penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar dan penggunaan sumber daya. Pengarahan Fungsi pengarahan berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara tenaga pengajar, peserta didik, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini meliputi komunikasi antara pihak-pihak terkait, koordinasi, dan pemberian arahan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi Fungsi evaluasi berkaitan dengan pengukuran dan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kemajuan belajar peserta didik, penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar, dan penilaian terhadap penggunaan sumber daya. Artinya, manajemen pendidikan memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan baik, maka pendidikan yang diberikan akan menjadi efektif dan efisien, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Judul : DESAIN PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK UNTUK MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT SMP Penulis : Muhammad Yandri, S.Pd., Gr. Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 112 Halaman ISBN : 978-623-497-917-6 SINOPSIS Dalam melakukan pembelajaran Bahasa Inggris, terdapat empat keterampilan yang harus dimiliki peserta didik khususnya tingkat SMP antara lain kemampuan mendengarkan (listening), membaca (reading), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Hingga saat ini, masih banyak peserta didik tingkat SMP yang merasa kesulitan mempelajari mata pelajaran Bahasa Inggris. Itulah mengapa para pendidik Bahasa Inggris harus memiliki strategi yang tepat dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran yang baik harus dilakukan dengan berpusat pada peserta didik yang dilaksanakan secara riang gembira, efektif, inovatif, komunikatif, efisien, dan bermakna. Dengan demikian, peserta didik tidak lagi merasa kesulitan dalam memahami pelajaran Bahasa Inggris. Menurut Gentry (1985), desain pembelajaran adalah proses menentukan tujuan pembelajaran, strategi, dan teknik untuk mencapai tujuan serta merancang media yang dapat digunakan untuk keefektifan pencapaian tujuan tersebut. Artinya desain pembelajaran memiliki banyak komponen di dalamnya yang harus dikembangkan dan diimplementasikan. Sebelum melakukan proses pembelajaran, seorang pendidik wajib mendesain pembelajaran yang akan dibawakan terlebih dahulu. Tujuannya agar peserta didik mampu memahami pelajaran dengan mudah.
Kehadiran buku ini menjadi penting, baik dari aspek teoritis maupun praktis. Secara teoritis buku ini menambah khazanah keilmuan dalam bidang manajemen sekolah, khususnya dalam kajian manajemen peserta didik. Secara praktis buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan oleh para praktisi pendidikan, dalam mengimplementasikan konsep-konsep manajemen peserta didik di sekolah yang dikelolanya. Dr. Suryadi Koordinator Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.
Segala aktivitas dan Manajemen Peserta Didik (MPD) yang dijalankan di sekolah, jika dirunut pastilah bermuara di sentral layanan pendidikan, yaitu peserta didik. Di era otonomi daerah dan school based management seperti sekarang, MPD berbasis sekolah menduduki posisi yang sangat strategis. Buku ini hadir karena hampir semua lembaga pendidikan di negeri ini, sedang berhasrat besar untuk memberikan layanan yang andal dan prima kepada peserta didiknya. Pembahasannya diawali dengan urgensi MPD, baik dari perpektif sosiologis maupun psikologis. Kemudian dilanjutkan diskursif manajemen dengan pendekatan MPD, perencanaan, rekrutmen, dan orientasi (induction) peserta didik baru, pengelompokan (grouping), sistem tingkat, dan sistem tanpa tingkat, peningkatan kedisiplinan, kode etik, student government, dan pengadilan peserta didik dengan dua pendekatan yang digunakan, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa jurusan Administrasi/ Manajemen Pendidikan, mahasiswa fakultas ilmu pendidikan atau tarbiyah serta para manajer pendidikan (kepala sekolah) di berbagai jenjang dan satuan pendidikan. dengan membaca buku ini akan menginspirasi diaplikasikannya pendekatan konvergensi dalam penanganan peserta didik di sekolah.
Kurikulum adalah jantungnya pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan kompetensi murid, baik kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan kurikulum, lembaga pendidikan Islam dapat memberikan pengalaman belajar bagi murid agar siap menghadapi tantangan pada zamannya, sehingga kurikulum perlu susun dan dikembangkan sesuai kebutuhan murid dan seiring dengan perkembangan sains dan teknologi. Selama ini, banyak lembaga pendidikan Islam yang hanya fokus pada kurikulum ilmu-ilmu keislaman (tradisional) dan kurang mengapresiasi ilmu-ilmu sains-humaniora, sehingga berdampak pada berkurangnya minat masyarakat. Oleh karena itu, manajemen pengembangan kurikulum penting dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam untuk mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan sains-humaniora agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman dan ditinggal (tidak diminati) oleh masyarakat (generasi) Milineal. Dalam buku ini, ada tiga bab yang dibahas, yaitu (1) pendahuluan yang mengkaji tentang kebijakan otonomi daerah, perkembangan kebijakan kurikulum, tipologi pendidikan Islam, perkembangan lembaga pendidikan Islam, dan urgensi manajemen pendidikan Islam, (2) teori pengembangan kurikulum yang mengkaji tentang konsep kurikulum, teori pengembangan kurikulum, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, pendekatan pengembangan kurikulum, model pengembangan kurikulum, ideologi kurikulum pendidikan Islam, dan (3) praktik pengembangan kurikulum pendidikan Islam di pesantren, madrasah, dan sekolah Islam. Selamat membaca!
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ULUL AL-BAB DALAM AL-QUR’AN PENULIS: Basrinsyah, M.Pd. Editor: Dr. NURHADI, S.Pd.I., S.E.Sy., S.H., M.Sy., MH., M.Pd. Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-270-318-6 Terbit : Juni 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Konsep ul?l-alb?b yang terdapat dalam al-Quran adalah orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara ber-zikir di manapun dan kapanpun dia berada. Mereka selalu menancapkan kalimatullah dalam hatinya, di samping itu dia mau menggunakan kecerdasannya dengan selalu berfikir dan menganalisa ciptaan Allah SWT, sehingga dengan kegiatan berfikir dan berzikir tersebut mereka mampu mengambil faidah darinya atas semua keagungan Allah SWT dan mau mengingat hikmah akal dan keutamaannya dalam segala situasi dan kondisi. Dengan melakukan dzikir dan fikir, maka sampailah manusia pada suatu kesimpulan bahwa Allah SWT menciptakan alam ini syarat dengan tujuan dan kemanfaatan bagi manusia. Selanjutnya mereka memohon kepada Allah SWT supaya mereka diberi petunjuk dan dihindarkan dari siksa api neraka.Relevansi konsep ul?l-alb?b dengan karakter pendidikan nasional sangat erak sekali. ul?l-alb?bdan karakter pendidikan nasional adalah dua kata yang salingberhubungan, karena sebenarnya karakter pendidikan nasional adalah suatu misi yang diemban dan hendak direalisasikan oleh seorang ul?l-alb?b melalui berbagai aktifitas dalam kehidupan yang dijalaninya. Sedangkan ul?l-alb?b adalah merupakan salah satu tujuan akhir dari pendidikan itu sendir. Karakter ul?l-alb?b yang selalu befikir dan berzikir kepada Allah SWT akan mendekatkan dia yang karakter pendidikan nasional yang sejatinya sudah tergambar dalam Islam dan juga pribadi ulal albab. Karakter tersebut antara lain religius, jujur, toleransi, disiplin, dan lain-lain. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Dunia maya/internet pada era ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia. Sehingga tidak bisa dipisahkan antara dunia nyata dan dunia maya tersebut. Namun seiring berjalannya waktu menjadikan manusia ketergantungan terhadap dunia maya tersebut. Karena adanya ketergantungan tersebut memunculkan ketidaktidaksesuaian/diskrepansi perilaku-perilaku yang tidak sesuai di dalam dua dunia (nyata dan maya). Ketidaksesuaian ini menimbulkan masalah-masalah khususnya aspek interaksi sosial. Seperti memunculkan sikap-sikap yang bertentangan dengan dunia nyata yang ada padanya dengan dunia maya nya(semisalnya di dunia nyata dirinya jauh dari rangkaian ibadah sedangkan di dunia maya dirinya dekat dengan ibadah). Buku ini berusaha untuk membahas hal-hal di atas perspektif mufassir melalui pendekatan ayat-ayat Al-Qur’an tentang etika beragama aspek interaksi sosial.
Di Indonesia, Ekonomi Syariah sedang berkembang pesat. Untuk menopang perkembangannya, dibutuhkan kajian dan literature yang lengkap. Salah satu literature penting adalah buku ini, fikih Ekonomi Umar bin Al-Khathab. Buku ini merupakan disertasi DR.Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi pada program S3 Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan studi keislaman Universitas Ummul Qura Makkah dengan predikat Summa Cumlaude. Buku ini terdiri dari tiga bab utama yaitu: BAB I : DASAR-DASAR EKONOMI (produksi, konsumsi, distribusi, uang(moneter), perubahan ekonomi dan solusinya dengan studi kasus krisis tahun Ramadah). BAB II : PEMBANGUNAN EKONOMI DAN HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL( Makna pembangunan ekonomi dan penanggungjawabnya, tuntutan-tuntutan pembangunan ekonomi, kendala-kendala dalam pembangunan ekonomi, dan hubungan ekonomi internasional) BAB III : PENGAWASAN NEGARA TERHADAP EKONOMI(Hisbah dan pengawasan pasar, pengawasan harta, pengawasan dan pengaturan kerja,serta perlindungan lingkungan). Bagi Anda para mahasiswa, praktisi Ekonomi Syariah dan siapa saja yang peduli terhadap pengembangan Ekonomi Syariah, buku ini kami persembahkan.
Sejak diturunkan belasan abad yang lalu, Al-Quran telah menjadi kitab, menjadi sumber inspirasi bagi miliaran umat Islam di berbagai aspek kehidupan mereka; mulai dari ritual, cara berinteraksi dengan sesama baik dalam sisi ekonomi bisnis maupun dalam hukum hingga laku batiniah dengan Sang Maha kuasa. Penggalian makna kitab tersebut yang kemudian membawa umat Islam menjelma menjadi dominasi baru di dunia selama berabad-abad, mentransformasi peradaban yang ada menjadi peradaban baru dan lebih maju, mengembangkan pengetahuan hingga ke level tertinggi pada zaman itu, dan meninggalkan warisan peradaban maupun pengetahuan yang secara langsung atau tidak memengaruhi bahkan menjadi pondasi peradaban dan kemajuan Barat di masa sekarang. Buku ini berupaya mengantarkan pembaca ke gerbang pemahaman Al-Quran yang lebih mendalam. Untuk itu, secara garis besar, buku ini dibagi dalam dua bagian besar; yang berkaitan dengan berbagai hal seputar kitab ini dan yang berkaitan dengan isi kitab ini. Di bagian pertama, pembahasan yang dihadirkan adalah seputar kitab ini, meliputi: sejarah turunnya Al-Quran, penulisan Al-Quran, hingga bagaimana pandangan orientalis terhadap kitab tersebut. Adapun di bagian kedua, yang menjadi fokus pembahasan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan isi kitab ini: asbaab an-nuzuul; muhkam dan mutasyabih; makkiyah dan madaniyah; serta nasikh dan mansukh. Di akhir dengan pembahasan tentang perbedaan antara takwil dan tafsir, berbagai tema yang diangkat dan dipaparkan dalam buku ini adalah pondasi pengkajian lebih dalam tentang Al-Quran agar dapat mencapai pemaknaan ayat demi ayat dan surah demi surah yang lebih komprehensifdi dalam berbagai sisi kehidupan. Karena itu, buku ini menjadi penting bagi siapa saja yang ingin mendalami Al-Quran dan menjadikannya sebagai inspirasi hidupnya, sekarang dan di masa yang akan datang. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup #PrenadaMedia
Perubahan kurikulum kali ini diharapkan mampu mendorong terciptanya pendidikan yang berkualitas dan dapat menghasilkan sumber daya manusia pembangunan yang beretos kerja tinggi untuk menyiapkan Indonesia Emas tahun 2045. Hal ini penting, terutama dalam memasuki era digitalisasi yang sarat dengan kualitas dan penuh persaingan. Dalam konteks tersebut, semoga buku ini dapat membantu saudara menerapkan kurikulum secara tepat waktu dan tepat sasaran. Buku ini berupaya memformulasikan suatu cara praktis dalam implementasi Kurikulum Merdeka sehingga dapat dijadikan panduan oleh para pelaksana di lapangan. Buku ini juga menyajikan contoh kurikulum operasional yang harus dikembangkan oleh guru dan kepala sekolah di sekolah masing-masing. Buku ini mencakup penjelasan mengenai Paradigma Baru Kurikulum Merdeka, Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka, Rencana Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, Pelaksanaan Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, Strategi dan Pendekatan Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, Melatih Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, dan Menciptakan Iklim Sekolah Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka.
Masalah yang sering dihadapi guru adalah manajemen pembelajaran. Banyak guru yang tidak mampu membuat perencanaan pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam hal pelaksanaan dan evaluasi pembelajaranpun masih banyak guru yang mengalami kesulitan, tak terkecuali guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Padahal manajemen pembelajaran dalam SKI sangat berpengaruh dalam meningkatkan akhlak peserta didik. Buku yang ditulis berdasarkan riset ini mencoba mengidentifikasi berbagai unsur terkait manajemen pembelajaran SKI untuk meningkatkan akhlak peserta didik. Unsur-unsur tersebut antara lain meliputi: perencanaan pembelajaran; pelaksanaan pembelajaran; dan evaluasi pembelajaran SKI. Dengan manajemen pembelajaran yang baik, diharapkan akhlak peserta didik pun dapat lebih meningkat menuju akhlak al-karimah.***
Penulis buku ini berhasil mengekstrak pemikiran al-Farabi yang menawarkan sains integratif sebagai solusi dalam memperbaiki celah-celah sains modern yang cenderung sulit mengapresiasi ide-ide yang berhubungan dengan sesuatu yang metafisik. Sains integratif al-Farabi memiliki akar dan fondasi pada gagasan dan paradigma keesaan, Tauhid, yaitu prinsip dasar dalam keimanan Islam. Gagasan keesaan ini telah mengikat setiap bentuk dan struktur pemikiran sains al-Farabi, baik pada tataran ontologis, epistemologis, kosmologis, metodologis, maupun aksiologis. Rumusan penting dari prinsip ini adalah semakin menyatu dan terintegrasi suatu tatanan atau realitas, maka jaring-jaring kehidupan akan semakin harmoni. Sebaliknya, semakin disintegrasi suatu tatanan, maka jaring-jaring kehidupan akan mengalami kekacauan dan kehancuran. *** Buku ini sangat bermanfaat bagi setiap pecinta ilmu pengetahuan, akademisi, dan mahasiswa filsafat, terutama mahasiswa filsafat Islam, bukan hanya karena penulisnya berhasil menyampaikan dengan sistematik pemikiran al-Farabi terkait dengan gagasan integrasi ilmu, tetapi juga karena relevansi pemikiran-pemikiran al-Farabi untuk menjawab beberapa isu epistemologis yang sangat penting dan sangat kita butuhkan hari ini. —Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, Dosen Filsafat Islam UIN Jakarta & Universiti Brunei Darussalam Dijuluki 'Guru Kedua' (setelah Aristoteles), al-Farabi merupakan figur krusial awal yang menyiapkan 'panggung' untuk banyak filsafat Islam selanjutnya, khususnya pada aliran Peripatetik. —Peter S. Groff dalam Islamic Philosophy A—Z Meskipun doktrin al-Farabi adalah sebuah refleksi Abad Pertengahan, ia tetap mengandung beberapa gagasan moderen, bahkan kontemporer. Al-Farabi menyukai sains, membela eksperimentasi, dan menyangkal ilmu nujum dan astrologi... Dia memuliakan akal pada tingkat yang sangat suci, sehingga dia didorong melakukan pendamaian akal dengan tradisi, sehingga filsafat dan agama pun bisa sejalan, selaras. —Ibrahim Madkour, PH.D. dalam A History of Muslim Philosophy