2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Communicate effectively and get everything you want! Instant expertise for business people who’ve swiftly moved into management positions—and need immediate access to the nuts and bolts of the business art. This series of brisk, readable titles will arm self-starters with the knowledge and skills they need to: be a good boss, run an effective meeting, manage benefits, plan successfully, and meet the myriad challenges impossible to anticipate in the grad school classroom. With an eye to blending the practical with the humanistic, each volume in the series lays bare an essential aspect of the complex business scene—and promises to become mandatory reading for every would-be executive in today’s fiercely competitive working world.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini menjelaskan bagaimana kita mengubah lamunan dan angan-angan menjadi kenyataan, bagaimana kita mewujudkan mimpi-mimpi indah menjadi kenyataan yang indah, dan bagaimana kita mengeksekusi rencana yang telah kita buat menjadi aksi nyata. Intinya, buku ini akan mengajarkan dan memberi inspirasi serta motivasi kepada kita untuk melakukan eksekusi bisnis. Dengan membaca buku ini sampai tuntas, kita akan tahu bagaimana cara mengeksekusi bisnis. Seni eksekusi bisnis yang ditawarkan penulis akan membuat kita segera bertindak dan melakukannya untuk meraih kesuksesan yang kita impikan. Judul : SENI EKSEKUSI BISNIS : Berhenti Berangan-angan, Lakukan Sekarang! Penulis : Asti Musman ISBN : 978-623-7910-72-5 Jumlah halaman : 240 Ukuran : 14x20.5cm Tahun : 2022
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Currently, liberal democracy is threatened by authoritarian movements, not just in the United States but also in societies around the world. The liberal arts helps to arrest these tendencies because of the support by citizens in liberal democracies for the values the latter shares with the liberal arts: autonomy and freedom. Autonomy is the capacity to make reasoned decisions about a host of political, social, and personal matters—independent of external parties who seek to control our lives for the sake of their ends and at the cost of our freedom. But autonomy depends on people being able to enter into discussions—what I call discourses of mutual respect—designed to test ideas in public against facts and good reasons. This discourse is facilitated by an enlarged culture through which individuals identify what they hold in common and by which individuals work to understand their differences. Now, authoritarian regimes reject autonomy because it empowers citizens to designate the boundaries and content of political authority. Liberal democracies, in contrast, embrace autonomy because it is the basis for the political institutions that provide civic equality—and through it—the freedom of citizens to control their destiny. Yet, ironically, an enlarged culture and the discourse of mutual respect that, together, sustain autonomy are not likely to be produced within a highly partisan political atmosphere of a liberal democracy. Still, a liberal democracy is open to the importation of these elements from the liberal arts. Thus, saving liberal democracy from authoritarianism depends on a robust liberal arts presence in society. What reforms of the liberal arts are needed to make this objective possible? Much rides on the answer to this question. For the fact is that if the liberal arts recedes to a whisper, liberal democracy is likely to be defeated by the authoritarian’s bluster-filled and always nihilist roar.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Mungkin di dunia zaman ini diperlukan satu informasi. Untuk mendapatkan informasi itu tidak mudah, diperlukan intelijen yang handal dan terlatih. Intelijen berperan penting dalam mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan informasi untuk kepentingan pengambilan keputusan strategis. Di era informasi yang semakin kompleks ini, kemampuan intelijen menjadi kunci untuk navigasi di tengah ketidakpastian dan ancaman yang terus berkembang. Intelijen dituntut untuk bisa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, baik secara terbuka maupun tertutup, dengan tetap memperhatikan aspek etika dan legalitas. Namun, pengumpulan informasi saja tidak cukup. Intelijen juga harus mampu mengolah dan menganalisis informasi mentah menjadi produk intelijen yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Berbagai teknik analisis seperti analisis link, analisis time event, dan analisis konten digunakan untuk menghasilkan wawasan yang actionable. Hasil analisis intelijen kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan strategis di berbagai bidang, mulai dari keamanan nasional, diplomasi, bisnis, hingga penanganan krisis. Intelijen menjadi mata dan telinga para pemimpin untuk mengantisipasi peluang dan ancaman yang mungkin tidak terlihat di permukaan. Namun, di era digital seperti sekarang, intelijen juga menghadapi tantangan baru. lsu privasi, keamanan siber, dan disinformasi menjadi problema yang harus dihadapi. Intelijen dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya secara cerdas, tan pa melanggar batas-batas etika dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas intelijen yang profesional, berintegritas, dan adaptif menjadi keniscayaan. Diperlukan pendidikan, pelatihan, dan pemutakhiran kemampuan secara berkelanjutan agar intelijen bisa terus menjadi garda terdepan dalam mengamankan kepentingan nasional di tengah dinamika dunia yang kompleks ini.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
"""Buku bermanfaat, bacaan kita semua. -- Febry Syahputra Enterpreneur property. Buku ini membuat kita bijaksana. -- Aly saleh Motivator kehidupan (hmi) Hadiahkan buku ini kepada siapa yang anda cintai. -- Karman bm Ketua Umum pp. Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Gpii) priode 2013-2017. Baca buku ini, mengembangkan kepemimpinan Anda. -- Randi muchriman Ketua Umum Pengurus Besar Pelajaran Islam Indonesia(pb.Pii) priode 2012-2015. Www.Pelajarislam.Com"""
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
An empowering guide to increasing your food security through the cultivation of your own homegrown harvests.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini lahir dari komitmen para staf pengajar STT-Aletheia untuk menggumuli jawaban dari pertanyaan, “Mengapa para mahasiswa dan mahasiswi STT-Aletheia harus menulis sebuah karya ilmiah akhir (skripsi atau tesis)?” Jawabannya tentulah bukan karena para dosen dahulu sudah melakukannya sehingga sekarang mereka harus juga melakukan. Tidak seharusnya para mahasiswa dan mahasiswi menulis skripsi atau tesis hanya demi memenuhi salah satu persyaratan kelulusan, walaupun ini penting. Tujuan utama buku ini adalah untuk menolong para peserta didik ilmu teologi dalam menulis makalah dan tugas akhir mereka dengan lebih baik lagi melalui penggunaan metodologi ilmu teologi itu sendiri. Secara khusus, kecintaan mereka terhadap teologi dan metodologinya kiranya dapat makin bertumbuh dan berkembang melalui buku ini. Diharapkan dengan kecintaan yang makin bertumbuh ini tulisan mereka pun bisa makin menunjukkan gairah keilmuan mereka daripada sekadar karena sebuah kewajiban untuk kelulusan. Ilmu teologi seharusnya membangkitkan gairah yang mendatangkan sukacita dan bukan kegentaran yang mendatangkan tekanan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analysis of Ghazzali's thoughts, 1058-1111, a Persian theologian and philosopher, on Islamic theology.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Akhlak
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Usul Fikih
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dr Mulyadi, MHum, lahir di Bojen Pandeglang, 03 Agustus 1977 Alumni Program Doktoral Ilmu Perpus- takaan dan Informasi Islam (IPII) UIN Sunan Kalijaga tahun 2020 ini merupakan dosen tetap Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang Anggapan selama ini kehadiran teknologi modern di perpustakaan seperti: RFID, CCTV, Security Gate, Fingerprint, dan berbagai sistem aplikasi berbasis website yang support dengan handphone genggam dan tablet sebagai panoptic (pan = penghuni, dan optic = cahaya/ memandang dari jauh), dianggap telah mampu mendisiplinkan para aktor di perpustakaan, ternyata memiliki celah yang dapat dimani- pulasi Celah teknologi tersebut dapat diatasi dengan memaksimalkan kekuatan spirit keagamaan sebagai kepatuhan teologis dalam bentuk terminologi hisab dan muraqobah sebagai pengawasan teologis yang melahirkan konsep “theopanoptic”, yaitu sebuah mekanisme kontrol eksternal dari teknologi dan eksternal dari teologi yang memiliki efek deterministik dalam pendisiplinan para aktor di perpustakaan Buku ini lahir dari hasil disertasi penulis yang berhasil dipertahankan pada sidang promosi pada tanggal 14 Agustus 2020 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Theopanoptic merupakan kebaruan dari disertasi penulis bahwa, ketika membangun sebuah perpustakaan tidak cukup dengan teknologi modern saja, tetapi ada entitas lain seperti kepatuhan teologi yang perlu diperhatikan karena memiliki efek hampir sama dengan teknologi dalam mendisiplinkan para aktor di perpustakaan Buku ini juga lahir sebagai upaya mengintegrasikan perpustakaan dengan nilai-nilai ke-Islaman, khususnya di perpustakaan perguruan tinggi Islam Ternyata untuk menyatukan dua keilmuan yang berbeda butuh ilmu lain untuk mengintegrasikannya dalam hal ini teknologi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Teologi untuk pendidikan Islam menempati posisi paling atas, berada di atas posisi filsafat pendidikan Islam dan posisi ilmu pendidikan Islam. Karena itu, keberadaan teologi untuk pendidikan Islam memiliki peran yang sangat urgen dan strategis dalam menentukan arah pendidikan. Teologi adalah illmu yang paling mendasar yang mengkaji masalah filsafat Tuhan. Maka, teologi untuk pendidikan Islam adalah kajian filsafat Tuhan yang dikhususkan untuk pendidikan Islam. Buku ini merupakan kumpulan tulisan mahasiswa pascasarjana UIN Bandung Jurusan Pendidikan Islam yang dibagi ke dalam beberapa chapter. (1) Tauhid, Teologi Pendidikan dan Perilaku Manusia, (2) Tauhid, Teologi Pendidikan dan Perilaku Kependidikan, (3) Maksud dan Tujuan Penciptaan Allah Terhadap Makhluk-Nya, (4) Konsep Pengembangan Diri-AlMarifah, (5) Konsep Pemeliharaan Allah Terhadap Alam dan Manusia, (6) Konsep Kewajiban Manusia, (7) Tujuan Hidup Manusia, (8) Peranan Manusia sebagai Khalifah di Muka Bumi, (9) Konsepsi Tujuan Pendidikan Islam, (10) Konsep Qudrah dan Masyiah dalam Diri Manusia, dan (11) Maqashid al-Syariah dan Implikasinya bagi Pendidikan Islam.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
BISA DENGAR SUARA SAYA? merupakan buku hasil kerjasama STT Aletheia dan kelompok diskusi interdispliner Synoptic. Sesuai dengan topik-topik yang dibahas, sudah bisa ditebak bahwa tulisan-tulisan yang terbit ini dihasilkan pada masa pandemi Covid-19. Kalimat tanya dalam judul “Bisa Dengar Suara Saya?” adalah pertanyaan umum yang sering diucapkan tatkala mengecek jaringan audio daring. Keberadaan “suara” bisa saja dianggap sebagai noise atau gangguan sehingga harus secepatnya di-mute, matikan ketika masih rapat, kelas, atau seminar online. Namun, secara simbolis dipakai dalam bunga rampai ini untuk mengingatkan kita bersama bahwa suara-suara itu tidak selamanya terbungkam, dia memiliki kekuatan untuk menyeruak menembus batas-batas yang ada. Ruang isolasi dan “kontrol host” bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya, bersuara secara jernih bagi Indonesia.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nahwu Bahasa Arab
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Hanbali School of Law and Ibn Taymiyyah provides a valuable account of the development of Hanbalite jurisprudence, placing the theoretical and conceptual parameters of this tradition within the grasp of the interested reader. Studying the vibrant yet controversial interaction between Ibn Taymiyyah and the Hanbali School of law, this book assesses to what extent this relationship was a conflict or reconciliation. The author takes a detailed exploration of the following issues: the strength of contributions made to this School by earlier paragons associated with Ahmad Ibn Hanbal the contextual constructs which shaped the tradition’s development the methodology and literature synonyms within the classical School the manner by which Ibn Taymiyyah engaged with the Hanbali tradition the impact of his thought upon the later expression of the School’s legal doctrines and its theoretical principles the contribution made by this School in general to the synthesis of Islamic law. Giving background material to the Hanbali School of law, this book is a vital reference work for those with interests in Islamic law, the history of the Hanbalite tradition and its principle luminaries.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
The Works of Ibn Wāḍiḥ al-Yaʿqūbī, a three volume set, contains a fully annotated translation of the extant writings of Abū al-ʿAbbās al-Yaʿqūbī, a Muslim imperial official and polymath of the third/ninth century, along with an introduction to these works and a biographical sketch of their author. The most important of the works are the History (Ta’rikh) and his Geography (Kitab al-buldan). It also contains a new translation of al-Yaʿqūbī’s political essay (Mushakalat al-nas) and a set of fragmentary texts drawn from other Arabic medieval works. Al-Yaʿqūbī’s writings are among the earliest surviving Arabic-language works of the Islamic period, and thus offer an invaluable body of evidence on patterns of early Islamic history, social and economic organization, and cultural production. Contributors: Laila Asser, Paul Cobb, Lawrence I. Conrad, Elton Daniel, Fred Donner, Michael Fishbein, Matthew S. Gordon, Sidney H. Griffith, Wadad Kadi (al-Qāḍī), Lutz Richter-Bernberg, Chase F. Robinson, Everett K. Rowson The hardback edition of this title is also available as part of a 3-volume set (hardback, ISBN 978-90-04-35608-5), click here.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Balaghoh Bahasa Arab
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan