Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M

3.804 karya publik ditemukan.

2026: 2612025: 12552024: 21842023: 94

Peta Ideologi Ummat Islam Pada Sistem Demokrasi di Indonesia: Penelitian Pada Beberapa Pesantren di Pulau Jawa

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Peta ideologi umat Islam dalam perhelatan pilpres 2019 terpolarisasi menjadi tiga kelompk, yaitu memilih basis agama, memilih dengan basis kompetensi, dan memilih secara apatis-pragmatis. Pada kelompok pertama lebih didominasi oleh pesantren-pesantren salafiyah-tradisional, pada kelompok kedua oleh pesantren modern. Sedangkan untuk kelompok ketiga lebih banyak didominasi oleh pesantren salafiyah-tradisional, terutama yang berdomisili di perdesaan. Secara umum dapat dikatakan bahwa, pilihan dan peta umat Islam dalam bingkai demokrasi masih dipengaruhi oleh pilihan-pilihan politik yang cenderung pragmatis. Sedangkan bagi kelompok kedua, beranggapan bahwa demokrasi berasal dari Barat dan tidak dikenal dalam dunia Islam. Oleh karena itu demokrasi harus ditolak. Ketika demokrasi dimaknai pemberian suara orang per orang dalam pilpres misalnya, maka suara orang saleh akan sana nilainya dengan orang yang tidak saleh. Dalam pandangan mereka, sistem demokrasione man one vote tidak sesuai dengan politik luhur Islam.

Ilusi demokrasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Critism on Islam entering modern life towards capitalism.

Islam dan Demokrasi Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mayoritas (sekitar 88 persen) rakyat Indonesia adalah Muslim. Meskipun Islam tidak disebutkan dalam konstitusi negara Indonesia, ia mempunyai peran yang penting dalam kehidupan sosial dan politik di negara ini. Sejak berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia pada akhir abad ke-13, Islam telah menjadi salah satu sumber utama dalam pembentukan nilai-nilai, norma-norma, dan tingkah laku masyarakat Indonesia. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Islam telah membantu untuk menjaga, mempertahankan dan bahkan menjadi simbol identitas dan ciri khas rakyat Indonesia serta oposisinya terhadap kekuasaan asing kolonial Belanda.1 Di era Indonesia modern sekarang ini, Islam tetap berfungsi sebagai tolok ukur moralitas dan tingkah laku bagi umat Islam. Ia menjadi salah satu input (masukan) yang penting dalam proses pengambilan kebijakan publik, dan bahkan menjadi pemberi legitimasi terhadap proses pembangunan politik, terutama terhadap masalah-masalah yang mendasar, seperti persoalan dasar negara serta kekuasaan dan otoritas.2 Tanpa legitimasi dari Islam, proses pembangunan politik atau pembangunan nasional pada umumnya tidak akan berjalan secara efektif. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Masyarakat Sipil Islam dan Demokratisasi Di Indonesia - Jejak Pustaka

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini menjelaskan tentang peran pentingnya civil society atau masyarakat sipil dalam proses demokratisasi khususnya dalam mengembangkan civic culture atau civic engagement yang sangat penting untuk mengembangkan kemapanan nilai-nilai demokrasi karena demokrasi bukanlah suatu proses yang dapat dikembangkan begitu saja dengan menginstalasi kelembagaan politik.