Profil penulis
MA
2.733 karya publik ditemukan.
The Status of the Dhimmī in Islamic Law
Survival Brunei
History of Brunei.
Tujuh serangkai dari perspektif sejarah
On administration and constitution in Brunei.
Islam, masjarakat demokrasi dan perdamaian
Islam dan Demokrasi Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993
Mayoritas (sekitar 88 persen) rakyat Indonesia adalah Muslim. Meskipun Islam tidak disebutkan dalam konstitusi negara Indonesia, ia mempunyai peran yang penting dalam kehidupan sosial dan politik di negara ini. Sejak berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia pada akhir abad ke-13, Islam telah menjadi salah satu sumber utama dalam pembentukan nilai-nilai, norma-norma, dan tingkah laku masyarakat Indonesia. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Islam telah membantu untuk menjaga, mempertahankan dan bahkan menjadi simbol identitas dan ciri khas rakyat Indonesia serta oposisinya terhadap kekuasaan asing kolonial Belanda.1 Di era Indonesia modern sekarang ini, Islam tetap berfungsi sebagai tolok ukur moralitas dan tingkah laku bagi umat Islam. Ia menjadi salah satu input (masukan) yang penting dalam proses pengambilan kebijakan publik, dan bahkan menjadi pemberi legitimasi terhadap proses pembangunan politik, terutama terhadap masalah-masalah yang mendasar, seperti persoalan dasar negara serta kekuasaan dan otoritas.2 Tanpa legitimasi dari Islam, proses pembangunan politik atau pembangunan nasional pada umumnya tidak akan berjalan secara efektif. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Masyarakat Sipil Islam dan Demokratisasi Di Indonesia - Jejak Pustaka
Buku ini menjelaskan tentang peran pentingnya civil society atau masyarakat sipil dalam proses demokratisasi khususnya dalam mengembangkan civic culture atau civic engagement yang sangat penting untuk mengembangkan kemapanan nilai-nilai demokrasi karena demokrasi bukanlah suatu proses yang dapat dikembangkan begitu saja dengan menginstalasi kelembagaan politik.
Islam dan demokrasi
Islam dan demokrasi di Indonesia kemenangan abangan & sekuler
Political analysis on Islam and democracy in Indonesia.
Demokrasi dalam perspektif Islam
Kitabul Ubab
Fikih
Sirul Muqouqis
Sirah
Masail Khilaf
Usul Fikih
Aliqtishad Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah
RMetode Riset Ekonomi
Sirah Nabawiyah Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
Sirah
Alaf Laila wa Laila
Dongeng
Almadkhol Ila Dirosati Almadarisi wa Almadzahidi Al Fiqhiyyah
Tarikh
Anwarul Qur'an Tafsir, Terjemah, Inggris, Arab, Latin
Untuk pembelian ebook google atau pemesanan versi cetak bisa menghubungi SMS/Whatsapp: +62811187416 atau di okbuku.com Dapatkan koleksi e-book kami yang lain di: studiquran.com/e-book ----------------------------------------------------------------------------------------------- Suatu kali seorang perempuan mendatangi Nabi s.a.w. untuk mendapatkan makanan, karena mereka lapar. Siti Aisyah r.a., isteri Nabi s.a.w., memberinya sebiji kurma, karena pada saat itu dia tak mempunyai makanan yang lainnya lagi untuk diberikan. Perempuan itu membagi dua kurmanya dan memberikannya kepada kedua anak perempuannya. Dia sendiri tetap menahan lapar. Kemudian Hazrat Aisyah r.a. memberitahukan hal itu kepada Nabi s.a.w. betapa sang ibu menunjukkan kasihnya kepada anak-anaknya. Nabi s.a.w. lalu bersabda: ”Aku bersaksi demi Dzat Yang kehidupanku ditangan-Nya bahwa kasih Allah kepada makhluk-Nya jauh lebih besar daripada yang ditunjukkan ibu itu kepada anak-anaknya”. Dzat Yang menanamkan kasih-sayang di dalam hati seorang ibu pastinya memiliki kasih yang sungguh jauh lebih besar kepada hamba-hamba-Nya. Allah adalah Rabb dan Pemberi Kecukupan yang sejati dari manusia. Demikianlah sekelumit tafsir Anwarul Quran yang ada di dalam surat An-nas. Masih banyak untian-untaian mutiara hikmah lainnya yang bisa kita dapatkan dibuku ini. *** akan tetapi sepanjang pendapatan penyelidikan saya, selamat ia daripada paham kebendaan (materialisme) dan daripada paham “ke-aqlian” (rationalisme), paham keghaiban (mistik), yang menyimpang daripada iman dan taukhid Islam yang benar. Tegasnya terpelihara ia daripada kesesatan Dahriyah, Mu’tazilah dan Batiniyah. — H. Agus Salim, Tokoh Pahlawan Nasional Ini adalah tafsir yang menggugah yang memperbaharui lagi dan memperkuat iman serta mengilhami kecintaan kepada Qur’an dalam hati para pembacanya. Setiap orang yang membaca tafsir itu menemukan iman dan cahaya baru berkenaan dengan eksistensi Allah dan hakekat ganjaran serta hukuman dalam kehidupan akhirat. —Maulana Muhammad Ali, penulis Tafsir Qur’an Suci
Syamail Muhammad
Sirah
Muntahassuli Fi Ilmil Ushul
Usul Fikih